Peluang Usaha Furniture dan Ukir Jepara Raih Omzet Miliaran Rupiah
Selain Furniture dan Ukir, masih ada Relief. Sesuai namanya,Ukiran ini dibuat dari kayu jati dan mahoni. Selain pasar lokal, permintaan
Furniture dan Ukir
ini juga datang dari luar negeri. Tingginya permintaan membuat usaha
Furniture dan Ukir
sangat menjanjikan. Saban bulan, ada pengusaha
Furniture dan Ukir
yang beromset miliaran rupiah.
BANYAK kayu yang kaya dengan manfaat dan juga bisa di gunakan untuk berbagai macam karya seni ukir,kaligrafi dan bahan produksi untuk membuat furniture,kursi meja dll.
Furniture dan Ukir
ini juga menjanjikan. Lihat saja keuntungan dari memproduksi
Furniture dan Ukir
yang diraih David Setiawan, pemilik dari CV Sasongko Furniture International di Jepara, Jawa Tengah.
Paulus memproduksi Ukiran dan furniture atauyang juga dikenal sebagai Furniture Jepara,untuk menghasilkan hasil yang bagus sangat pentin peran ahli seninukir profesional.
Menurut David, Furniture dan ukir2an ini banyak manfaatnya. Selain sebagai perabotan rumah tangga bisa juga unuk hiasan ruma.
Selain pasar lokal, Paulus juga menjajakan furniture dan ukiran produksinya sampe ekspor ke Jepang. Untuk pasar lokal, Paulus memban-drol hargaUkiran dan furniture sebanyak 1kontiner. Ia menjual hasil produksinya ini dalam itungan set. Sedangkan untuk harga ekspor, Paulus mematok harga tepung sebesar 500jt/koteiner.
Setiap bulannya,David mampu menjual furniture dan ukir sebanyak 4konteiner. Sedangkan untuk furniture dalam keadaan bagus mulus(sending), ia bisa menjual sebanyak 4kontainer. Dari penjualan furniture jadi, Davidberhasil meraup omzet hingga Rp 20 miliar. Sedangkan penjualan dariukiran, Paulus berhasil mendulang omzet sebesar Rp 4 miliar. Alhasil saban bulan, Paulus bisa menikmati omzet hingga Rp70miliar.
Soal bahan baku, Paulustidak merasa kesulitan. Soalnya, ia memiliki pelanggan yang menyuplai barang dari pengrajin dan juga ada yang dari produksi sendiri.
Ukiran Jepara masih terus bergeliat di tengah derasnya industri ukiran dari berbagai daerah. Hal itu menunjukkan bahwa ukiran Jepara masih mendapatkan tempat di masyarakat. Keunikan desainnya, serta kualitas produk yang selalu dipertahankan, membuat ukiran Jepara mendapatkan peluang eksis di pasaran.
Ukiran Jepara sudah mendapat tempat di masyarakat, terutama di paasar lokal,” David Setiawan, salah satu perajin ukiran Jepara di Desa Bawu, Kecamatan Batealit Jepara.
Ukir2an yang diproduksi biasanya berbentuk gebyok, jendela, gapura, dan berbagai ornamen rumah DLL. Umumnya, pesanan ukiran ini datang langsung dari konsumen di Kabupaten Jepara dan sekitaranya. Namun, adapula yang diproduksi untuk memenuhi permintaan penjual yang akan dikirim ke berbagai daerah. Seperti ke Jakarta, Bali, dan kota besar lainnya.
Dari sekian banyak produk yang dibuatnya, gebyok menjadi salah satu produk unggulan. Permintaan gebyok merupakan yang paling banyak diantara pesanan-pesanan ukiran lainnya. Gebyok ini biasanya dijual per meter menyesuaikan bahan baku atau kayu yang digunakan.
Untuk kayu jati biasa, harga yang ditentukan adalah Rp 1,3 juta per meter persegi. Jika ada permintaan lebih besar, maka harganya akan langsung dikalikan.David mengaku, dalam sebulan mampu mengerjakan empat buah gebyok ukuran cukup besar.
Namun, untuk mengerjakannya, dia biasanya dibantu hingga 20 karyawan lepas. Ini karena dalam pengerjaan gebyok membutuhkan waktu yang sangat lama. satu gebyok jika dikerjakan sedikit tenaga kerja, bisa jadi dengan waktu sampai lebih dari satu bulan.
”Pengerjaan gebyok memang lama, karena ukirannya detail, apalagi motif Jepara besar dan kecil desainnya, jadi butuh waktu lama.
Dari Pakar seni ukir jepara, mengatakan, eksistensi ukiran Jepara memang tidak pernah surut.

Ukiran Jepara yang merupakan warisan budaya di Kabupaten ini masih tetap bertahan oleh adanya industri yang terus berkembang. Industri ini telah berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 340 orang.
Sedangkan produkisnya per tahun mencapai Rp 6,64 miliar. ”Pasar lokal saja sudah mampu membuat industri ini berkembang, apalagi jika sudah menembus pasar internasional.
Kerajinan ukiran tidak hanya menjadi suatu komoditas tetapi juga merupakan karya seni yang tinggi nilai jualnya. Hasil penjualan mebel ukir kayu Jepara memberikan kontribusi yang sangat tinggi dalam pendapatan daerah dan nasional.
Di Jepara, dalam kondisi perekonomian Indonesia yang semakin meredup, kerajinan ukir Jepara tetap memunculkan berbagai inovasi dan kreatifitas-kratifitasnya. Inovasi dan kreatifitas dilakukan agar produk-produk ukir Jepara tetap menjadi incaran konsumen baik domestic maupun mancanegara.
Di Jepara, dalam kondisi perekonomian Indonesia yang semakin meredup, kerajinan ukir Jepara tetap memunculkan berbagai inovasi dan kreatifitas-kratifitasnya. Inovasi dan kreatifitas dilakukan agar produk-produk ukir Jepara tetap menjadi incaran konsumen baik domestic maupun mancanegara.














