Pasar Lokal Yang Menjanjikan Bagi Meubel Ukir Jepara

Februari 14th, 2012, posted in Uncategorized

Peluang Usaha Furniture dan Ukir Jepara Raih Omzet Miliaran Rupiah

Selain Furniture dan Ukir, masih ada Relief. Sesuai namanya,Ukiran ini dibuat dari kayu jati dan mahoni. Selain pasar lokal, permintaan

Furniture dan Ukir

ini juga datang dari luar negeri. Tingginya permintaan membuat usaha

Furniture dan Ukir

sangat menjanjikan. Saban bulan, ada pengusaha

Furniture dan Ukir

yang beromset miliaran rupiah.


BANYAK kayu yang kaya dengan manfaat dan juga bisa di gunakan untuk berbagai macam karya seni ukir,kaligrafi dan bahan produksi untuk membuat furniture,kursi meja dll.

55126_kuda1

Prospek usaha

Furniture dan Ukir

ini juga menjanjikan. Lihat saja keuntungan dari memproduksi

Furniture dan Ukir

yang diraih David Setiawan, pemilik dari CV Sasongko Furniture International di Jepara, Jawa Tengah.

Paulus memproduksi Ukiran dan furniture atauyang juga dikenal sebagai Furniture Jepara,untuk menghasilkan hasil yang bagus sangat pentin peran ahli seninukir profesional.

Menurut David, Furniture dan ukir2an ini banyak manfaatnya. Selain sebagai perabotan rumah tangga bisa juga unuk hiasan ruma.
Selain pasar lokal, Paulus juga menjajakan furniture dan ukiran produksinya sampe ekspor ke Jepang. Untuk pasar lokal, Paulus memban-drol hargaUkiran dan furniture sebanyak 1kontiner. Ia menjual hasil produksinya ini dalam itungan set. Sedangkan untuk harga ekspor, Paulus mematok harga tepung sebesar 500jt/koteiner.
Setiap bulannya,David mampu menjual furniture dan ukir sebanyak 4konteiner. Sedangkan untuk furniture dalam keadaan bagus mulus(sending), ia bisa menjual sebanyak 4kontainer. Dari penjualan furniture jadi, Davidberhasil meraup omzet hingga Rp 20 miliar. Sedangkan penjualan dariukiran, Paulus berhasil mendulang omzet sebesar Rp 4 miliar. Alhasil saban bulan, Paulus bisa menikmati omzet hingga Rp70miliar.

Soal bahan baku, Paulustidak merasa kesulitan. Soalnya, ia memiliki pelanggan yang menyuplai barang dari pengrajin dan juga ada yang dari produksi sendiri.


Motif Dan Jenis Ukiran Jepara

Ukiran Jepara masih terus bergeliat di tengah derasnya industri ukiran dari berbagai daerah. Hal itu menunjukkan bahwa ukiran Jepara masih mendapatkan tempat di masyarakat. Keunikan desainnya, serta kualitas produk yang selalu dipertahankan, membuat ukiran Jepara mendapatkan peluang eksis di pasaran.

Ukiran Jepara sudah mendapat tempat di masyarakat, terutama di paasar lokal,” David Setiawan, salah satu perajin ukiran Jepara di Desa Bawu, Kecamatan Batealit Jepara.

Ukir2an yang diproduksi biasanya berbentuk gebyok, jendela, gapura, dan berbagai ornamen rumah DLL. Umumnya, pesanan ukiran ini datang langsung dari konsumen di Kabupaten Jepara dan sekitaranya. Namun, adapula yang diproduksi untuk memenuhi permintaan penjual yang akan dikirim ke berbagai daerah. Seperti ke Jakarta, Bali, dan kota besar lainnya.

dscf2469

Dari sekian banyak produk yang dibuatnya, gebyok menjadi salah satu produk unggulan. Permintaan gebyok merupakan yang paling banyak diantara pesanan-pesanan ukiran lainnya. Gebyok ini biasanya dijual per meter menyesuaikan bahan baku atau kayu yang digunakan.

Untuk kayu jati biasa, harga yang ditentukan adalah Rp 1,3 juta per meter persegi. Jika ada permintaan lebih besar, maka harganya akan langsung dikalikan.David mengaku, dalam sebulan mampu mengerjakan empat buah gebyok ukuran cukup besar.

Namun, untuk mengerjakannya, dia biasanya dibantu hingga 20 karyawan lepas. Ini karena dalam pengerjaan gebyok membutuhkan waktu yang sangat lama. satu gebyok jika dikerjakan sedikit tenaga kerja, bisa jadi dengan waktu sampai lebih dari satu bulan.

Pengerjaan gebyok memang lama, karena ukirannya detail, apalagi motif Jepara besar dan kecil desainnya, jadi butuh waktu lama.

Seni Ukir Jepara Maju Pesat

Dari Pakar seni ukir jepara, mengatakan, eksistensi ukiran Jepara memang tidak pernah surut.

aimg_5436

Ukiran Jepara yang merupakan warisan budaya di Kabupaten ini masih tetap bertahan oleh adanya industri yang terus berkembang. Industri ini telah berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 340 orang.

Sedangkan produkisnya per tahun mencapai Rp 6,64 miliar. ”Pasar lokal saja sudah mampu membuat industri ini berkembang, apalagi jika sudah menembus pasar internasional.

Kerajinan ukiran tidak hanya menjadi suatu komoditas tetapi juga merupakan karya seni yang tinggi nilai jualnya. Hasil penjualan mebel ukir kayu Jepara memberikan kontribusi yang sangat tinggi dalam pendapatan daerah dan nasional.

Di Jepara, dalam kondisi perekonomian Indonesia yang semakin meredup, kerajinan ukir Jepara tetap memunculkan berbagai inovasi dan kreatifitas-kratifitasnya. Inovasi dan kreatifitas dilakukan agar produk-produk ukir Jepara tetap menjadi incaran konsumen baik domestic maupun mancanegara.

Di Jepara, dalam kondisi perekonomian Indonesia yang semakin meredup, kerajinan ukir Jepara tetap memunculkan berbagai inovasi dan kreatifitas-kratifitasnya. Inovasi dan kreatifitas dilakukan agar produk-produk ukir Jepara tetap menjadi incaran konsumen baik domestic maupun mancanegara.

Pemilihan Jenis Kayu Media Budidaya Jamur Tiram

Februari 3rd, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Bahan Baku Media Tanam Jamur Tiram, Beli Baglog Saja, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Pemilihan Jenis Kayu Media Budidaya Jamur Tiram, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Trick Untuk memperbanyak Panen Pertama Dan Kedua, Uncategorized, furniture jepara

Salah satu faktor penting dalam budidaya jamur tiram yaitu pemilihan kayu untuk pembuatan media tanam baglog. Secara umum jenis kayu dibedakan menjadi kayu keras dan kayu lunak. Jenis kayu keras diantaranya mahoni, jati, meranti dan kayu lain, sedangkan kayu lunak diantaranya….sengon atau albasiah, pinus dan lain sebagainya.

Umumnya budidaya jamur tiram memanfaatkan limbah gergajian kayu sengon atau albasiah. Jenis kayu ini dapat mempersingkat masa inkubasi karena daya rambatnya lebih cepat dibandingkan jenis kayu keras.

Serbuk kayu sengon dimanfaatkan untuk media jamur tiram karena ketersediaannya melimpah. Bagaimana tidak, kayu ini merupakan jenis yang banyak dipakai untuk bahan bangunan dan juga usia tumbuh kayu ini relatif lebih singkat dibandingkan jenis kayu lain.

Secara budidaya, penggunaan sengon sebagai media baglog jamur tiram dapat mempermudah teknis produksi dan memiliki resiko kegagalan yang kecil. Misellium jamur mudah merayap memenuhi media baglog, hal ini karena penetrasi hifa (hifa adalah) ke dalam serat kayu tidak terlalu sulit. Selain itu warnanya yang putih juga lebih menarik dan dapat membantu pembudidaya jamur tiram dalam mengenali kontaminasi sejak dini.

Namun, kayu sengon tidak lebih baik dalam menghasilkan jamur tiram. Hal ini diindikasikan dengan kandungan lignin yang lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kayu-kayu keras. Untuk menyiasati hal ini, anda dapat melakukan pencampuran kedua jenis kayu tersebut dalam media tanam jamur tiram. Dengan demikian diharapkan jumlah panennya akan lebih baik.

 http://jamurtiramjepara.blogdetik.com

Bahan Baku Media Tanam Jamur Tiram

Februari 3rd, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Bahan Baku Media Tanam Jamur Tiram, Beli Baglog Saja, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Trick Untuk memperbanyak Panen Pertama Dan Kedua, Uncategorized, furniture jepara

Media merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan keberhasilan budidaya jamur. Pemilihan bahan yang cocok bagi pertumbuhan merupakan kunci sukses.

Jamur pangan pada umumnya tumbuh pada media kayu walaupun ada Namur yang dibudidayakan di atas jerami yaitu jamur merang. Oleh karena itu, bahan pokok yang digunakan untuk budidaya jamur kayu yaitu serbuk gergaji kayu.

Berikut ini uraian komposisi media jamur tiram putih:

Serbuk Kayu

Bahan ini merupakan bahan dasar pembuatan media tanam (baglog). Serbuk kayu mengandung beragam zat didalamnya yang dapat memacu pertumbuhan atau sebaliknya. Zat-zat yang dibutuhkan jamur untuk tumbuh yaitu karbohidrat serat dan lignin. Sedangkan zat yang dapat menghambat pertumbuhan yaitu zat metabolit sekunder atau yang umum dikenal sebagai getah dan atsiri. Dengan demikian serbuk kayu yang yang digunakan hendaknya dari pohon tidak bergetah seperti albasia, randu, meranti dan lain-lain.

Serbuk kayu di Indonesia mudah diperoleh pada pabrik-pabrik penggergajian kayu. Bahan ini sangat melimpah dan belum banyak dimanfaatkan walaupun memiliki kegunaan lain seperti pembuatan papan partikel, gerabah atau genting.

Pemilihan serbuk kayu perlu memperhatikan kebersihan dan kekeringan. Selain itu serbuk kayu yang akan digunakan haruslah masih segar. Serbuk kayu yang telah lapuk atau busuk ada kemungkinan membawa kontaminan seperti bakteri atau cendawan lain.

Serbuk kayu yang berasal dari kayu keras seperti albasia dan meranti sangat baik untuk mempertahankan bentuk baglog agar tidak berubah. Serbuk kayu yang tercampur oleh minyak atau oli perlu dihindarkan karena akan menghambat bahkan membunuh hifa-hifa jamur.

Kapur

Kapur merupakan bahan baku sebagai sumber kalsium (Ca) dan berguna untuk mengatur tingkat kemasaman (pH) media. Kapur yang digunakan yaitu kapur pertanian (CaCO3). Kandungan kalsium dan karbonnya sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan jamur dan sebagai penyumbang nutrisi pada saat jamur dikonsumsi.

Bekatul

Bekatul merupakan hasil sisa dari penggilingan padi. Apabila diamati bekatul terdiri dari bubuk dan butiran kecil akibat dari pengupasan kulit padi, selain itu bekatul mengandung serbuk kulit padi. Bahan ini telah umum digunakan pada industri peternakan sebagai pakan.

Pada media jamur penggunaan bekatul dimaksudkan sebagai sumber karbohidrat, karbon (C) dan nitrogen (N). Selain itu vitamin B1 dan B2 juga terkandung didalamnya. Bekatul yang digunakan dapat berasal dari berbagai jenis padi dan yang perlu diperhatikan yaitu pemilihan harus yang masih baru dan belum bau / tengik.

Gips

Gips atau CaSO4 digunakan sebagai sumber kalsium (Ca) dan berguna untuk memperkokoh media baglog. Dalam keadaan kokoh media tidak akan cepat rusak. Namun penggunaan gips disebut-sebut tidak organik dan tidak sehat mungkin karena mengandung senyawa SO4, oleh karena itu gips mulai ditinggalkan oleh petani jamur.

Pupuk

Pemberian pupuk juga merupakan pilihan. Pupuk yang biasa diberikan yaitu urea dan SP-36. pemberian pupuk dimaksudkan sebagai nutrisi pertumbuhan jamur dan dapat mempercapat pemanenan. Selain itu ukuran rata-rata jamur yang dihasilkan lebih besar.

Kelemahan hasil jamur yang menggunakan pupuk yaitu jamur menjadi lebih rentan kerusakan seperti perubahan warna dan masa simpan lebih singkat. Hal ini disebabkan karena kadar air dalam jamur menjadi lebih banyak.

Penggunaan pupuk di luar negeri seperti Taiwan dan Malaysia akhir-akhir ini mulai ditinggalkan. Mereka mulai merubah dan memperlengkap nutrisi bahan media dengan biji-bijian dan bahan organik lainnya. Mereka yakin bahwa jamur yang bernilai gizi tinggi akan lebih sehat tanpa menggunakan pupuk.

 http://jamurtiramjepara.blogdetik.com

Trick Untuk memperbanyak Panen Pertama Dan Kedua

Februari 3rd, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Beli Baglog Saja, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Trick Untuk memperbanyak Panen Pertama Dan Kedua, Uncategorized, furniture jepara

Baglog merupakan media tanam yang dipersiapkan untuk kebutuhan pertumbuhan jamur tiram. Di dalamnya telah tersedia berbagai nutrisi tambahan yang tidak tersedia di lingkungan aslinya tempat jamur tumbuh liar. Terang saja karena baglog dirancang untuk memproduksi jamur tiram dengan kualitas yang baik dan diharapkan dapat tumbuh secara berlanjut.

Selain bahan-bahan tambahan, baglog juga memiliki kelembapan yang berasal dari air. Air ini salah satu syarat pertumbuhan jamur tiram. Seperti pepatah bagai jamur di musim penghujan, jamur memang tumbuh subur pada kondisi udara yang lembab lagi sejuk. Dengan tidak tercukupinya air bagi pertumbuhan, jamur tiram yang dihasilkan pun akan jauh dari kualitas.

Pengkabutan kumbung dilakukan untuk menghasilkan keadaan seperti kondisi optimum pertumbuhan jamur tiram. Namun sering kali pengkabutan memiliki banyak kekurangan. Pengkabutan dengan nozel yang terlalu besar akan berdampak pada akumulasi bintik air pada jamur tiram. Bila hal ini terjadi air akan lebih lama hilang dari jamur tiram dan mengakibatkan bercak kuning. Keadaan ini tentu tidak menarik saat dikemas.

Pengkabutan yang terlalu sering juga mengakibatkan lingkungan kumbung terlalu basah. Keadaa ini bisa memacu pertumbuhan mikroorganisme lain seperti ganggang dan bakteri pada media baglog. Hasil jamur tiram yang didapat pun terlalu basah sehingga mudah rusak atau tidak tahan lama saat disimpan.

Masalah yang lain lagi yaitu terkadang petani sulit menentukan waktu siram. Patokannya bukan pagi dan sore tapi apabila kelembapan kumbung telah berkurang. Bagi kumbung yang memiliki pengukur kelembapan saya rasa hal ini tidak menjadi persoalan.

Ada tips sederhana untuk mengatasi atau paling tidak dapat mengurangi masalah tersebut di atas. Efek lainnya yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan dan bobot panen jamur tiram tanpa menjadikannya lebih lemah disimpan. Dengan cara ini hasil panen jamur tiram akan meningkat pada awal-awal panen karena kondisi baglog tidak banyak berubah.

Caranya cukup anda lubangi saja plastik pada bagian atas baglog tanpa membuka kapas penutup. Buat 2-3 lubang dan biarkan jamur tumbuh dari sana. Pada panen berikutnya buat kembali lubang di tempat berbeda dengan jumlah lubang lebih banyak. Cara ini memiliki maksud untuk mengurangi penguapan yang terjadi pada baglog sehingga air yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal bagi pertumbuhan jamur tiram. Bila sudah demikian, otomatis bobot panen akan meningkat.

Mari kita lihat kebiasaan petani selama ini, ada yang membuka kapas, setelah panen dikorek-korek, atau membuka langsung memotong plastik bagian atas agar primordia yang keluar lebih banyak karena bidang tumbuh lebih luas. Tapi kelemahannya media mengalami penguapan yang tinggi dan cepat kering. Tentu anda dapat membandingkan penguapan yang terjadi antara baglog dengan diberi lubang kecil dengan baglog yang dibuka kapas penutupnya, terlebih-lebih yang dipotong plastik bagian atasnya…

Bila anda beranggapan pengkabutan akan membuat media kembali basah, saya menyangkal anggapan ini. Sebab baglog dengan misellium yang tebal tidak mudah menyerap air. Walau anda siram sekalipun air akan sedikit sekali yang terserap dan tidak akan mengembalikan kondisi seperti sedia kala. Anda dapat amati baglog yang plastiknya semakin hari semakin keriput, seharusnya hal itu tidak terjadi bila anggapan itu benar.

Nah, pada panen ketiga atau keempat dan seterusnya anda dapat membuat lubang yang lebih besar karena panen “monster” telah terjadi pada awal pertumbuhan. Lakukan perawatan seperti biasa… keberhasilan panen monster tidak terlepas pula dari kualitas bibit yang digunakan. Bibit kami telah banyak digunakan secara luas di daerah Bogor, Bandung, dan Lampung. Petani yang mencoba-coba menggunakan bibit lain pada akhirnya kembali lagi menggunakan bibit kami.

Sifat bibit jamur tiram yang kami produksi:

Ukuran besar, rumpun banyak, berwarna putih bersih dan tidak mudah pecah pingir tudungnya.

Kami tunggu anda di tempat kami untuk studi banding dan berbagi informasi, bila memungkinkan dapat terjalin hubungan bisnis… Silahkan lihat halaman KONTAK. Anda ingin mengetahui layanan kami silahkan lihat TOTAL SUPPORT.

 http://jamurtiramjepara.blogdetik.com

Menghindari Kontaminasi Pada Jamur Tiram

Februari 3rd, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Beli Baglog Saja, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Uncategorized, furniture jepara

Kontaminasi pada budidaya jamur tiram memang menyebalkan. Banyak uang yang dikeluarkan dan tenaga juga tentunya kalau kontaminasi datang semuanya akan sia-sia saja. tidak peduli tingkatan mana dalam proses pembudidayaan jamur tiram, kontaminasi pasti dapat mengencam. mulai dari pembuatan media PDA, bibit jamur hingga baglog produksi memiliki peluang yang sama.

Cara mengatasi kontaminasi ada beragam, ini tergantung dari masing-masing petani. Ada yang menerapkan pencegahan organik atau kimiawi. Tentu saja yang kimiawi ini perlu dihindari yah…. karena jamur sangat mudah menyerap senyawa kimia dan dapat terakumulasi di dalamnya.

Berikut ini beberapa contoh perilaku yang dilarang saat berbudidaya jamur. Perilaku ini berpotensi menimbulkan kontaminasi, jangan anggap sepele sesuatu yang kecil dan sederhana karena bisa saja jamur tiram di kumbung anda luluh lantak tak bersisa.

1. Mencampur stok media lama dengan yang baru. Anda tidak akan tahu mikroorganisme apa yang sudah bersarang pada media lama.

2. Menggunakan alas kaki dari luar areal bididaya. Bisa saja alas kaki yang anda pakai sebelumnya menginjak atau bersinggungan dengan sumber kontaminsi

3. Menggunakan baju kotor. Pekerja sering ceroboh ketika bekerja di kumbung, mentang-mentang kerja kasar lantas baju yang dikenakan tidak pernah dicuci, alasannya simpel karena pakaian “dinas”… Padahal hal ini berbahaya sekali terutama ketika inokulasi.

4. Makan di areal budidaya. Lah…. tempat makan kan di ruang makan masak di kumbung… atau ruang inkubasi apalagi ruang inokulasi… kacau dah… gimana kalau nasinya tercecer… jadilah biang kontaminasi, jamur oncom tumbuh lalu menyerang seisi kumbung…

5. Berbicara / bersin saat inokulasi. mulut itu sumber bakteri, memang hal ini sangat kecil kemungkinannya mengakibatkan kontaminasi tapi dari hembusan angin dari mulut tertuju langsung ke dalam baglog atau bibit jamur. Akibatnya jamur kontaminan yang ada di udara ikut masuk ke dalamnya.

6. Tidak menggunakan bunsen / api. Jangan mentang-mentang sudah ahli inokulasi jamur tiram, tetap saja makhluk kasat mata berpeluang hinggap di alat tanam lalu masuk ke media saat inokulasi.

7. Menaruh sembarangan alat tanam. ini tentu sudah jelas maksudnya, apalagi kalau alat tanam tidak pernah dicuci.

8. Menggunakan air kotor. Karena malas mengambil air yang agak jauh, main ambil saja air terdekat, padahal bisa saja air itu bekas cuci tangan orang atau lainnya.

9. Membiarkan binatang piaraan bermain di tumpukan media. Wah… bagaimana kalau “pup” di situ yah…

10. Makan jagung sambil memandangi jamur tiram di kumbung.  awas tercecer jagungnya atau lupa sengaja dibuang bonggolnya di pojokan kumbung… bisa bahaya…

10. Menunda memisahkan baglog kontam. kalau anda tahu ada baglog yang kontam, segera pindahkan saja. buat apa dipiara kalau beresiko mengkontaminasi yang lain.

nah demikian itu sebagian kecil hal-hal remeh yang bisa mengakibatkan kontaminasi. sebenarnya perilaku anda atau saya sendiri yang menyebabkan kontaminasi. ayo berbudidaya lebih rapi, bersih dan teratur… :)

kalau anda tidak ingin kontaminasi terjadi pada budidaya jamur tiram yang anda lakukan, beli baglog yang sudah jadi saja. cara ini dapat mengurangi 50% peluang terjadinya kontaminasi dan kerugian investasi anda. segera hubungi kontak blog ini untuk memesan baglog berkualitas.

 http://jamurtiramjepara.blogdetik.com

Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Beli Baglog Saja

Februari 3rd, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Beli Baglog Saja, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Uncategorized, furniture jepara

Anda tertarik membudidayakan jamur tiram tapi tidak ingin direpotkan dengan proses yang panjang??? beli baglog saja…

ya… baglog merupakan rantai akhir dari proses pembudidayaan sebelum akhirnya jamur di panen. baglog sendiri merupakan istilah untuk media jamur kayu yang terdiri dari serbuk gergaji, tepung tapioka, bekatul / dedak dan kapur (lihat komposisi media jamur tiram). baglog ini sudah terinokulasi (ditanam) bibit sehingga anda tidak perlu repot lagi meracik media, sterilisasi dan menanam bibitnya.

secara visual, baglog produksi seperti kayu log (tabung) dan telah penuh ditutupi miselium jamur. ketika plastik tersebut dibuka atau dilubangi, jamur akan tumbuh, selanjutnya anda tinggal merawat saja…

Tidak perlu repot membuat baglog lagi

beberapa kelebihan budidaya jamur tiram dengan membeli baglog, diantaranya:

1. Memutus rantai kegiatan produksi, karena anda membeli hasil akhirnya saja…

2. Tidak memerlukan pekerja untuk pembuatan baglog

3. Anda dapat bekerja seorang diri merawatnya, tentu saja kalau ingin sedikit olah raga hehehe :)

4. Kalau anda punya rumah kosong tidak berpenghuni, bisa dijadikan kumbung

5. Tidak perlu lahan luas untuk proses produksi, cukup kumbung dengan ruang produksi saja…

6. Cocok untuk di daerah perkotaan yang lahannya tidak memungkinkan untuk semua proses produksi atau bagi anda yang berminat membuat agrowisata jamur (petik jamur sendiri)

Bila anda menangkap peluang, hubungi kami…. (lihat kontack) dimanapun anda berada akan kami bantu dengan sistem putus atau mitra. Kami akan bantu anda dengan Total Support. Terima kasih.

 http://jamurtiramjepara.blogdetik.com

Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas

Januari 29th, 2012, posted in Uncategorized

kumbung jamur tiram 200x150 Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah PanasMenekuni bisnis budidaya jamur tiram memang sangat menguntungkan. Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut.

Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah panas?

Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, mari kita bahas bersama beberapa tips bisnis yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur tiram di daerah panas.

Pertama, langkah mudah yang bisa Anda coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin.

Kedua, gunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan. Beberapa bahan yang bisa Anda gunakan sebagai atap kumbung jamur antara lain anyaman bambu, atau genteng.

Ketiga, faktor kelembapan merupakan syarat utama yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram, sebab kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan ruangan.budidaya jamur tiram 200x149 Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas

Keempat, karena lokasi budidaya jamur tiram berada di daerah panas, maka usahakan untuk membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh atau dekat dengan pepohonan. Selain itu hindari pula pembuatan pintu kumbung yang berada di arah matahari terbit atau terbenam, hal ini dilakukan untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke ruangan kumbung.

Kelima, lindungi sekitar lokasi kumbung dari sinar matahari langsung yang terlalu menyengat. Anda bisa melakukannya dengan cara menanam banyak pohon rindang (perdu) disekeliling kumbung jamur.

Keenam, untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam kumbung jamur tiram, usahakan tinggi bangunan kumbung dibuat lebih tinggi atau tidak kurang dari 4 meter.

Ketujuh, perhatikan rak penyimpanan baglog jamur yang dibuat. Bila di daerah dingin rak yang dibuat pada kumbung jamur bisa mencapai 5 tingkat, pastikan rak yang dibuat di daerah panas tidak lebih dari 3 tingkat.

Kedelapan, karena lokasi kumbung jamur berada di daerah panas, maka sebisa mungkin lakukan penyiraman lebih sering dibandingkan di daerah pegunungan. Penyiraman baglog jamur bisa Anda lakukan minimal 3 kali dalam sehari.

Nah, dengan demikian Anda tidak perlu khawatir jika ingin mmbudidayakan jamur tiram tetapi daerah Anda merupakan daerah yang panas. Silahkan mencoba peluang bisnis jamur tiram dimanapun Anda tinggal. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang! Salam sukses.

FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA JAMUR TIRAM

Januari 29th, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Uncategorized, furniture jepara

  1. Kurang tersedianya bibit yang memenuhi kuantitas dan kualitas produksi
  2. Belum ada standar kualitas bibit
  3. Daya tahun jamur tiram hanya bisa tahan tujuh jam sampai dua hari
  4. Kualitas produk yang dihasilkan, akibat dari
  • Kumbung jamur terlalu rapat (kurang angin) akibatnya pertumbuhan jamur kurang baik, daun jamur banyak yang menggelinting, tidak bisa mekar.
  • Penyiraman yang terlalu banyak sampai air masuk ke lubang baglog membuat jamur tidak mau tumbuh lagi,
  • Cara pengambilan yang tidak sampai ke akarnya juga bisa membuat jamur tidak mau tumbuh (keluar).
  • Kumbung jamur dan sekitarnya yang kurang bersih membuat sebagian daun jamur berlubang karena dimakan ham kecil yang sampai sekarang masih saya selidiki jenis hamanya.
  • penataan baglog dirak supaya lebih efisien tempat dan hasil bisa lebih maksimal

Cara Membuat Sate Jamur Tiram

Januari 29th, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Bibit F2 Jamur Tiram, Cara Membuat Sate Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Uncategorized, furniture jepara
Sate jamur tiram merupakan salah satu varian makanan sehat yang banyak digemari orang saat ini. Banyak orang yang lebih concern dengan asupan makanan yang mereka konsumsi sehari hari karena semakin maraknya aneka jenis penyakit yang ada di masyarakat saat ini. Pola hidup sehat sudah bukan merupakan pilihan lagi tetapi sudah menjadi sebuah keharusan bila kita ingin jauh dari berbagai macam penyakit.

Tidak heran bila permintaan akan aneka jenis masakan dengan bahan dasar jamur meningkat tajam sehinga saat ini banyak kita temukan petani budidaya jamur di sekitar kita. Ingin tetap hidup sehat dengan mengkonsumsi kreasi olahan jamur? Berikut ini akan dijelaskan cara membuat sate jamur tiram yang rasanya tidak kalah dengan sate ayam.

SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM

Januari 29th, 2012, posted in BIBIT TIRAM PUTIH, Bibit F2 Jamur Tiram, Crizpy Jamur Tiram, Faktor-Faktor Kendala Jamur Tiram, JAMUR TIRAM COKLAT, JAMUR TIRAM PUTIH, Kuliner Jamur Tiram, Manfaat Dan Kasiat Jamur Tiram, Media Jamur Tiram, Pariwisata Jepara, Rak Baglog, SEKILAS ANALISA USAHA JAMUR TIRAM, Uncategorized, furniture jepara

Analisa usaha penjualan jamur tiram segar, asumsi budidaya 1500 baglog. Media tumbuh jamur/baglog dengan jumlah skala kecil 1500 baglog, kemampuan tumbuh jamur 4-7 kali keluaran jamur tiap baglog, atau 0,7 berat media :

0,7 x 1,25 kg = 0,875 kg/baglog

0,875 kg x 1500 baglog = 1.312,5 kg

Jika harga jual jamur tiram per kilogram Rp 12.000,-,  maka Rp 12.000,- x 1.312,5 kg = Rp 15.750.000,- perolehan kotor penjualan jamur tiram segar bertahan sampai 5 bulan.